![]() |
|
Camat Cisolok Dampingi Sekda, Kantor Staf Kepresidenan RI Bahas Percepatan Penanganan Bencana. (Sumber foto: Muammar Khadafi). |
SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Penanganan dampak bencana yang melanda Kabupaten Sukabumi sejak 2024 mendapat perhatian pemerintah pusat. Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI turun langsung ke Sukabumi untuk melihat kondisi pascabencana sekaligus memetakan kebutuhan penanganannya.
Staf Ahli KSP RI, AA Ade Kadarisman, memimpin kunjungan tersebut ke Pendopo Sukabumi, Rabu (23/9/2026). Dalam agenda itu, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq turut mendampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menerima rombongan KSP.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut pertemuan Bupati Sukabumi H. Asep Japar dengan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman beberapa waktu sebelumnya.
Tak sekadar menerima paparan, tim KSP dijadwalkan turun langsung ke sejumlah lokasi untuk melihat kondisi faktual dampak bencana, terutama yang berkaitan dengan sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kami hadir untuk melihat dan mencermati secara komprehensif kondisi pascabencana di Kabupaten Sukabumi, terutama yang menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujar AA Ade Kadarisman.
Tim KSP akan berada di Kabupaten Sukabumi selama dua hari, 23–24 September 2026. Agenda diawali dengan mendengarkan paparan dari sejumlah kepala perangkat daerah sebelum dilanjutkan dengan peninjauan lapangan.
“Kita akan optimalkan selama di Sukabumi ini untuk mendengarkan paparan dan mengunjungi lokasinya,” katanya.
Bencana Sejak 2024, Infrastruktur Masih Butuh Penanganan
Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengungkapkan, rangkaian bencana sejak 2024 meninggalkan kerusakan infrastruktur yang tidak seluruhnya dapat ditangani pemerintah daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan dukungan lintas pemerintahan, termasuk intervensi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Sejak 2024 kita terus dilanda bencana. Sisa-sisa bencana itu belum bisa ditangani sepenuhnya. Perlu adanya campur tangan pusat dan provinsi agar penanganannya bisa optimal,” ungkap Ade Suryaman.
Ia berharap kunjungan KSP RI tidak berhenti pada pemantauan, tetapi dapat membuka jalan bagi percepatan penanganan kebutuhan daerah pascabencana.
“Mudah-mudahan kehadiran KSP ini dapat mempercepat apa yang dibutuhkan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Camat Cisolok: Sinergi Pusat Dan Daerah Di Butuhkan
Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq menilai kunjungan KSP RI menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi penanganan dampak bencana di daerah.
Menurut Okih, persoalan kebencanaan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, terutama ketika dampaknya menyentuh infrastruktur serta pelayanan dasar masyarakat.
“Kami berharap hasil kunjungan KSP RI dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan pascabencana, termasuk kebutuhan masyarakat di wilayah Kecamatan Cisolok,” ujar Okih.
Kunjungan selama dua hari tersebut diharapkan menghasilkan pemetaan kebutuhan yang lebih konkret sehingga penanganan pascabencana di Kabupaten Sukabumi dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran.
Reporter: Muhammad Fikri Fauzi
Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah

