SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

PILIHAN EDITOR

LIHAT SEMUA →

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Minggu, 20 September 2026

RS Bumi Jayanti Mulai Dibangun, Bawa 101 Kamar dan Target Layani Warga Sukabumi Selatan

 

Peletakan Batu Pertama RS Bumi Jayanti Digelar, Target Beroperasi 17 Agustus 2027. (sumber foto: Muammar Khadafi).

SMartnewsroom.com, PALABUHANRATU - Kabar baru datang dari sektor kesehatan Kabupaten Sukabumi. Rumah Sakit (RS) Bumi Jayanti resmi mulai dibangun di kawasan Cangehgar, Palabuhanratu, Minggu (20/9/2026).

Prosesi peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan rumah sakit swasta yang diproyeksikan menambah akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya wilayah Sukabumi Selatan.

Tak tanggung-tanggung, RS Bumi Jayanti dirancang memiliki 101 kamar.

Sejumlah fasilitas juga disiapkan, mulai dari ICU, NICU, ruang isolasi, ruang BPJS hingga ruang VVIP.

Owner RS Bumi Jayanti, Darnely Guril, menegaskan kehadiran rumah sakit ini tidak semata-mata mengejar keuntungan bisnis.

Menurutnya, rumah sakit harus ikut mengambil peran dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

“Kesuksesan itu ukurannya tidak selamanya uang. Rumah sakit ini bukan hanya melayani orang sakit, tetapi juga harus punya program edukasi, penyuluhan, dan pelatihan kepada masyarakat,” ujar Darnely Guril yang akrab disapa Bu Guril.

Program edukasi kesehatan nantinya diarahkan pada upaya pencegahan. Termasuk edukasi kesehatan ibu dan anak, pencegahan risiko kematian ibu saat melahirkan hingga mendukung upaya penurunan stunting.

Yang tak kalah penting, manajemen RS Bumi Jayanti juga membidik kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Bu Guril berharap layanan BPJS bisa segera hadir setelah rumah sakit mulai beroperasi.

“Kalau ditanya kapan, saya mau secepatnya ada BPJS-nya,” tegasnya.

Bukan Sekadar Rumah Sakit Baru

Anggota Komisi VII DPR RI, Iman Adinugraha, menyebut pembangunan RS Bumi Jayanti menjadi salah satu bentuk keterlibatan swasta dalam memperkuat fasilitas pelayanan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan tidak bisa hanya bertumpu pada anggaran pemerintah.

“Pembangunan ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat. Keterlibatan pihak swasta sangat diperlukan untuk membangun fasilitas pelayanan publik,” kata Iman.

Selain menambah layanan kesehatan, rumah sakit baru juga berpotensi membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Program CSR pun diharapkan dapat ikut memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi rumah sakit.

Dinkes: Yang Diuntungkan Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, mengatakan bertambahnya fasilitas kesehatan dapat memperkuat kapasitas pelayanan di Kabupaten Sukabumi.

Terlebih, kebutuhan terhadap fasilitas rujukan dan kapasitas tempat tidur masih perlu diperkuat.

“Yang kami prioritaskan adalah masyarakat. Dengan adanya kompetitor fasilitas kesehatan rujukan, yang diuntungkan adalah masyarakat,” ujar Masykur.

Ia menegaskan kualitas rumah sakit nantinya tidak hanya dilihat dari klasifikasi, tetapi juga kompetensi pelayanan yang dimiliki.

Rumah sakit dengan kompetensi tertentu dapat menjadi bagian dari sistem rujukan apabila memenuhi persyaratan yang berlaku.

Untuk operasional, Masykur menyebut prosesnya berbeda dengan pembangunan fisik.

“Sejumlah aspek terkait pembangunan telah dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait, sedangkan perizinan operasional akan menjadi tahapan berikutnya sesuai ketentuan,” jelasnya.

Dibangun dengan Pertimbangan Risiko Gempa

Soal konstruksi, RS Bumi Jayanti juga disiapkan dengan mempertimbangkan karakter Palabuhanratu yang memiliki potensi bencana, termasuk gempa bumi.

Perwakilan kontraktor pelaksana, Mustofa Kamal Aziz, mengatakan struktur bangunan menggunakan pondasi bore pile dan mengacu pada standar SNI.

“Struktur yang digunakan memakai pondasi bore pile dan mengikuti standar SNI. Mengingat Palabuhanratu merupakan kawasan yang rawan bencana dan gempa, struktur bangunan diperkuat untuk menghadapi kondisi tersebut,” katanya.

Rumah sakit ini dirancang memiliki empat lantai.

Menariknya, desain fasad bangunan akan mengadopsi karakter kapal dan ombak, yang merepresentasikan identitas kawasan pesisir Palabuhanratu.

Persoalan limbah juga masuk dalam perencanaan.

Limbah medis dan limbah cair akan ditangani melalui fasilitas pengolahan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pengelolaan limbah akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar aktivitas rumah sakit tidak mengganggu lingkungan sekitar,” imbuh Mustofa.

Target 17 Agustus 2027 Sudah Dipasang

Pembangunan RS Bumi Jayanti ditargetkan rampung pada 17 Agustus 2027.

Tanggal tersebut sekaligus menjadi target dimulainya pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.

Pengelola juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk ikut mengisi kebutuhan tenaga kerja.

Bu Guril mengatakan warga lokal akan diprioritaskan sepanjang memiliki kompetensi yang sesuai.

Sementara tenaga ahli dari luar daerah tetap dapat direkrut apabila keahlian yang dibutuhkan belum tersedia di masyarakat sekitar.

Dengan 101 kamar dan berbagai fasilitas layanan yang disiapkan, RS Bumi Jayanti bakal menambah pilihan pelayanan kesehatan di Palabuhanratu.

Kini tantangannya bukan hanya menyelesaikan bangunan, tetapi memastikan rumah sakit tersebut siap dari sisi tenaga medis, mutu layanan, perizinan, kerja sama BPJS, hingga keberlanjutan pelayanan ketika resmi dibuka pada 2027.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Bukan Sekadar Touring, Camat Cisolok Ikut Ngalongok Dulur di Lembur Sambangi Warga

 

Camat Cisolok Ikut Touring “Ngalongok Dulur Di Lembur”, Semarakkan Hjks Ke-156. (sumber foto: Muammar Khadafi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, turut meramaikan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 melalui kegiatan touring bertajuk “Ngalongok Dulur di Lembur”, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, Forkopimda, serta sejumlah perangkat daerah. Selain menjadi ajang silaturahmi, touring ini dikemas dengan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Rombongan memulai perjalanan dari Pusbangdai, Kecamatan Cikembar. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Alun-Alun Jampangtengah untuk melaksanakan bakti sosial, pasar murah, serta pelayanan publik.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Puncak Buluh, Desa Karanganyar, Kecamatan Jampangkulon. Di lokasi tersebut, rombongan menyalurkan bantuan air bersih sekaligus melaksanakan kegiatan bakti sosial.

Agenda sosial berlanjut ke Kecamatan Surade dengan kegiatan bakti sosial dan penyerahan bantuan bedah rumah. Setelah itu, rombongan menuju Kecamatan Ciracap untuk kembali menyalurkan bantuan air bersih, melaksanakan bakti sosial, serta memberikan bantuan bedah rumah.

Rangkaian “Ngalongok Dulur di Lembur” direncanakan berakhir di kawasan Pantai Ujunggenteng dengan agenda pemberian bantuan sosial kepada masyarakat.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar touring, tetapi menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Menurutnya, dengan turun langsung ke berbagai wilayah, pemerintah daerah dapat melihat kondisi masyarakat, memetakan potensi, sekaligus mengetahui berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kedekatan dan komunikasi dengan masyarakat. Kami yang merupakan pelayan masyarakat, harus turun langsung ke masyarakat. Ini upaya memperkuat pelayanan serta pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Asep Japar di Pusbangdai, Kecamatan Cikembar, Sabtu (19/9/2026).

Bupati juga mengingatkan seluruh peserta touring agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Kekompakan dan kedisiplinan dalam berlalu lintas menjadi perhatian utama mengingat kegiatan tersebut melibatkan rombongan dalam jumlah cukup banyak.

“Patuhi aturan lalu lintas dan saling mengingatkan selama perjalanan,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq mengapresiasi kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur yang menurutnya menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat.

Okih menilai, kegiatan semacam ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di berbagai wilayah, sekaligus memperkuat koordinasi antarunsur pemerintahan dalam memberikan pelayanan.

“Ini menjadi momentum untuk terus memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat tentu sangat penting, terutama dalam mendengar aspirasi dan melihat kebutuhan warga,” kata Okih.

Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui rangkaian HJKS ke-156 dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan Ngalongok Dulur di Lembur menjadi bagian dari rangkaian peringatan HJKS ke-156 yang tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan pelayanan dan bantuan secara langsung kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


RS Bumi Jayanti Mulai Dibangun, Bawa 101 Kamar dan Target Layani Warga Sukabumi Selatan

  Peletakan Batu Pertama RS Bumi Jayanti Digelar, Target Beroperasi 17 Agustus 2027. (sumber foto: Muammar Khadafi). SMartnewsroom.com , P...

Smart NewsRoom

Informasi

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables