SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

PILIHAN EDITOR

LIHAT SEMUA →

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Minggu, 11 Oktober 2026

Lutung Turun Gunung Saat Kebakaran Jayanti, Momen Langka Terekam Kamera

 

Kebakaran Gunung Jayanti Jadi Sorotan, Kemunculan Satwa Liar Curi Perhatian. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Kebakaran yang melanda kawasan perbukitan Gunung Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, masih dalam pemantauan petugas hingga Minggu (11/10/2026) pagi. Sejumlah titik api dan kepulan asap tebal masih terlihat di area perbukitan, meski kondisi di lokasi dilaporkan relatif aman.

Berdasarkan pantauan sekitar pukul 10.40 WIB, asap masih mengepul dari sejumlah titik di kawasan yang terbakar. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi pun tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali kobaran api.

Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan kondisi di lokasi masih terkendali. Namun, pemantauan terus dilakukan karena masih terdapat kepulan asap di area kebakaran.

“Kondisi aman, tetapi masih dalam pemantauan karena masih ada kepulan asap. Kami juga petugas masih memantau,” ujar Erwin kepada SMartnewsroom.com.

Ia menjelaskan, personel masih berada di tempat kejadian kebakaran (TKK) untuk memantau situasi sekaligus melakukan penanganan apabila diperlukan. Petugas dijadwalkan tetap bersiaga hingga sekitar pukul 12.00 WIB lebih.

“Untuk melaksanakan penanganan di Gunung Jayanti, kurang lebih sampai jam 12 lebih anggota standby di TKK,” katanya.

Erwin juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat cuaca panas dan angin bertiup kencang.

Ia mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran lahan.

Kawanan Lutung Turun Gunung Saat Kebakaran

Di tengah kebakaran yang melanda Gunung Jayanti, kemunculan satwa liar di sekitar kawasan bawah perbukitan turut menjadi perhatian. Kawanan lutung terlihat turun dari kawasan perbukitan pada Sabtu (10/10/2026) sore.

Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan sejumlah lutung berada di pepohonan tidak jauh dari permukiman warga. Kemunculan satwa itu diduga berkaitan dengan kebakaran yang terjadi sejak sekitar pukul 11.00 WIB.

Relawan Bantuan Relawan Pemadam Kebakaran (Balakar) Palabuhanratu, Muhammad Fikri Fauzi, mengatakan kawanan lutung tersebut terlihat sekitar pukul 16.54 WIB. Jumlahnya diperkirakan lebih dari enam ekor.

“Iya tadi sore sekitar pukul 16.54 WIB terlihat satwa lutung turun ke bawah Gunung Jayanti mungkin karena terbakar jadi turun, ada sekitar lebih dari 6 lutung,” kata Fikri kepada SMartnewsroom.com, Minggu (11/10/2026).

Selain lutung, Fikri menyebutkan ada empat ekor monyet yang juga terlihat turun dari kawasan perbukitan. Namun, satwa tersebut cukup sulit dikenali karena warna tubuhnya menyerupai daun kering.

Menurutnya, satwa-satwa itu terlihat di pepohonan yang tidak jauh dari kawasan BMKG Palabuhanratu, tepatnya di area yang dinilai aman dari kebakaran.

“Terlihat juga ada monyet ekor panjang juga turun ke arah bawah,” ujarnya.

Warga Diminta Waspada, Satwa Liar Jangan Diganggu

Kemunculan lutung dan monyet di kawasan bawah Gunung Jayanti menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama kebakaran masih dalam pemantauan. Pergerakan satwa tersebut diduga sebagai respons terhadap kondisi di habitatnya, meskipun penyebab pastinya belum dapat dipastikan.

Masyarakat di sekitar lokasi diimbau tetap waspada, tidak mendekati titik kebakaran, serta tidak mengejar atau mengganggu satwa liar yang terlihat turun ke pepohonan dekat permukiman.

Sementara itu, petugas DPKP Kabupaten Sukabumi masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi kebakaran tetap terkendali dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api di kawasan perbukitan Gunung Jayanti.

Reporter: Anugrah

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Api Membara di Lereng Gunung Jayanti hingga Malam, Ini Penjelasan Damkar Sukabumi

 

Damkar Sukabumi Ungkap Kondisi Gunung Jayanti Usai Kebakaran Hebat. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Kebakaran lahan di kawasan lereng Gunung Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mulai terkendali pada Minggu (11/10/2026). Setelah sempat membara hingga malam hari, kondisi di lokasi kini dilaporkan kondusif dan kobaran api dipastikan tidak merembet ke permukiman warga.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan pihaknya belum menerima laporan baru terkait kobaran api yang kembali membesar hingga Minggu pagi.

“Sampai hari ini belum ada laporan lagi ke kita. Jadi kondisinya aman dan terkendali, tidak sampai merembet ke permukiman warga,” kata Erwin saat dikonfirmasi.

Menurutnya, sisa kebakaran yang masih ditemukan di lokasi berupa asap dari tunggul pohon yang terbakar. Petugas telah melakukan pengecekan ulang guna memastikan kondisi kawasan tersebut tetap aman.

“Paling yang tersisa sisa-sisa asap dari tunggul-tunggul pohon bekas terbakar. Tadi juga sudah dicek kembali oleh anggota di lapangan,” jelasnya.

Api Sempat Membara di Lereng Perbukitan

Sebelumnya, kebakaran melanda kawasan perbukitan batu Gunung Jayanti sejak Sabtu (10/10/2026) siang. Pada malam hari, kobaran api terlihat membentang di punggung bukit dan memancarkan cahaya merah yang tampak dari sejumlah titik di Palabuhanratu.

Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran lantaran titik kebakaran berada di kawasan perbukitan yang posisinya lebih tinggi dari permukiman warga serta kompleks kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Proses penanganan juga menghadapi kendala medan yang terjal dan akses kendaraan yang terbatas. Akibatnya, armada pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api secara langsung.

Pemantauan Dilakukan hingga Dini Hari

Mengantisipasi kemungkinan api merambat ke kawasan bawah bukit, petugas gabungan melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik yang berbatasan dengan permukiman.

Pemantauan berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 WIB. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada kobaran api yang menjalar turun dan mengancam rumah-rumah warga.

Hingga Minggu pagi, situasi kebakaran dilaporkan mulai terkendali. Petugas juga telah memeriksa kembali area terdampak untuk memantau sisa asap dan mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Dengan kondisi tersebut, permukiman warga di kaki Gunung Jayanti dipastikan tidak terdampak perambatan api dalam kejadian kebakaran kali ini.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Kebakaran Gunung Jayanti Kian Mengkhawatirkan, Api Tak Bisa Dijangkau Mobil Damkar!

 

Gunung Jayanti Sukabumi Terbakar, Damkar Terhambat Medan Terjal Hambat Untuk Pemadaman. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Kebakaran lahan di kawasan perbukitan Gunung Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian serius. Kobaran api yang muncul sejak Sabtu (10/10/2026) siang masih terlihat menyala hingga Minggu (11/10/2026) malam, dengan cahaya merah membentang di lereng bukit dan tampak dari sejumlah titik di Palabuhanratu.

Kebakaran tersebut menghadapi kendala penanganan karena titik api berada di kawasan perbukitan dengan medan terjal dan akses yang sulit dilalui. Kondisi ini membuat petugas pemadam kebakaran belum dapat melakukan pemadaman secara langsung menggunakan armada.

Wakil Komandan Pos 1 Pemadam Kebakaran Palabuhanratu, Ukan Sukandi, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan di lapangan, api masih menyala di bagian atas Gunung Jayanti.

“Kondisi di TKP titik api masih menyala di atas Gunung Jayanti. Karena tidak terjangkau oleh unit damkar, pemadaman belum bisa dilakukan secara langsung oleh armada. Track-nya terlalu terjal dan akses jalannya sangat susah dijangkau,” kata Ukan saat ditemui di lokasi, Minggu malam.

Angin Kencang Bikin Api Sulit Dikendalikan

Menurut Ukan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 11.00 WIB pada Sabtu. Embusan angin yang kencang, ditambah kondisi semak belukar yang kering, diduga mempercepat penyebaran api di kawasan perbukitan.

Kobaran api terlihat merambat di sepanjang lereng hingga menuju bagian puncak dan area perbukitan lainnya. Sementara itu, keterbatasan akses serta jarak menuju titik kebakaran menjadi tantangan bagi petugas dalam melakukan penanganan.

Situasi tersebut membuat pemantauan di sekitar kawasan terdampak menjadi penting, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan api bergerak ke arah bawah bukit.

Permukiman dan Kompleks BMKG Jadi Perhatian

Petugas mewaspadai potensi perambatan api ke kawasan permukiman penduduk, perumahan, hingga kompleks kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berada di sekitar kawasan tersebut.

“Yang paling dikhawatirkan saat ini api terus menjalar ke permukiman penduduk, kawasan perumahan, serta kompleks kantor BMKG,” tegas Ukan.

Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, petugas gabungan bersama warga dan relawan disiagakan di sejumlah titik batas bawah perbukitan. Mereka melakukan pemantauan guna mengantisipasi jika api merambat mendekati rumah-rumah warga.

Kebakaran Berulang di Musim Kering

Ukan menyebut kebakaran di kawasan Gunung Jayanti bukan kali pertama terjadi. Perbukitan berbatu tersebut sebelumnya juga pernah mengalami kebakaran serupa pada periode kering.

Hingga Minggu malam, kewaspadaan masih ditingkatkan untuk memantau pergerakan api dan mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap kawasan di bawah bukit.

Medan yang terjal menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman langsung. Di tengah kondisi tersebut, petugas gabungan, warga, dan relawan tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke area yang lebih dekat dengan permukiman dan bangunan penting.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Lutung Turun Gunung Saat Kebakaran Jayanti, Momen Langka Terekam Kamera

  Kebakaran Gunung Jayanti Jadi Sorotan, Kemunculan Satwa Liar Curi Perhatian. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi). SMartnewsroom.com , SU...

Smart NewsRoom

Informasi

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables