SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

PILIHAN EDITOR

LIHAT SEMUA →

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Kamis, 24 September 2026

Kantor Staf Presiden RI Turun Langsung Ke Cisolok, 116 Rumah Terdampak Pergeseran Tanah Jadi Sorotan

 

KSP Turun ke Cisolok Sukabumi, Temuan Lapangan Jadi Bahan Koordinasi Pemerintah Pusat. (Sumber Foto: Muammar Khadafi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Bukan sekadar datang dan melihat. Kantor Staf Presiden (KSP) RI turun langsung ke Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/9/2026), untuk membongkar kondisi nyata dampak bencana di lapangan.

Staf Ahli KSP RI AA Ade Kadarisman menyambangi sejumlah titik terdampak, mulai dari fasilitas pendidikan, layanan kesehatan hingga infrastruktur yang mengalami dampak bencana.

Sejumlah lokasi menjadi sasaran verifikasi, yakni SDN 1 Cimaja, SDN Karangpapak, jembatan di Cikahuripan, serta Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Wanajaya dan Desa Sukarame.

Namun, perhatian tak berhenti pada fasilitas publik.

Tim KSP juga meninjau kawasan Cijambe yang mencatat 116 rumah terdampak akibat pergeseran tanah.

Kunjungan tersebut didampingi Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Disperkim Kabupaten Sukabumi Rudi AB, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Cecep Supriadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Dedi Hidayat, serta unsur terkait lainnya.

BUKAN SEKADAR CEK LOKASI

Ade mengatakan, kedatangan KSP merupakan tindak lanjut pertemuan Bupati Sukabumi H. Asep Japar dengan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.

Tim ditugaskan melihat kondisi faktual di lapangan sekaligus memetakan persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Tujuannya kita mendapatkan gambaran secara faktual dan langsung tentang kondisi di lapangan terkait kebencanaan, khususnya dampaknya terhadap aspek pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” ujar Ade.

Artinya, setiap temuan di lapangan tidak berhenti sebagai dokumentasi. Data tersebut akan dipetakan untuk menentukan kebutuhan yang dapat menjadi perhatian pemerintah pusat.

DATA LAPANGAN JADI KUNCI

Menurut Ade, kondisi di setiap lokasi berbeda. Ada fasilitas pendidikan yang terdampak, layanan kesehatan yang perlu diperhatikan, infrastruktur yang mengalami dampak, hingga persoalan pergeseran tanah di kawasan permukiman.

Data hasil verifikasi inilah yang menjadi kunci.

KSP akan melihat bagian mana yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat dan mana yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi maupun Kabupaten Sukabumi.

“Data-data ini menjadi sangat penting bagi kami untuk melihat apa saja yang harus menjadi atensi pemerintah pusat,” katanya.

Ia berharap kunjungan tersebut dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas kementerian maupun lembaga.

DIKAITKAN DENGAN PROGRAM PRIORITAS PRABOWO

Verifikasi di Cisolok juga dikaitkan dengan fungsi KSP dalam mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) menjadi salah satu kerangka yang diperhatikan, termasuk revitalisasi sekolah, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, layanan kesehatan, serta penguatan infrastruktur.

“KSP berkepentingan memastikan program-program pemerintah berjalan dengan baik dan efektif, serta benar-benar berdampak kepada masyarakat. Karena itu, koordinasi dan sinkronisasi menjadi penting,” kata Ade.

DARI CISOLOK, DATA DIBAWA KE PEMERINTAH PUSAT

Ade memastikan hasil verifikasi lapangan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait.

Pemetaan dilakukan untuk menentukan mana yang menjadi kewenangan pusat, provinsi, maupun kabupaten, termasuk bentuk intervensi dan dukungan yang memungkinkan sesuai kewenangan masing-masing.

“Dari verifikasi lapangan ini kita akan melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga. Kita petakan mana yang menjadi area pemerintah pusat, mana yang menjadi ranah provinsi, dan mana yang menjadi kewenangan kabupaten,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq menyambut baik langkah KSP turun langsung ke wilayah terdampak.

Menurutnya, verifikasi lapangan menjadi momentum penting untuk menyampaikan kondisi aktual sekaligus kebutuhan masyarakat secara langsung kepada pemerintah pusat.

Dengan verifikasi tersebut, penanganan dampak bencana di Cisolok diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri. Data lapangan menjadi pijakan untuk menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan dukungan dan program pemerintah sesuai kewenangannya.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Rabu, 23 September 2026

Kantor Staf Kepresidenan RI Turun Langsung Ke Sukabumi, Penanganan Pascabencana Dibedah

 

Camat Cisolok Dampingi Sekda, Kantor Staf Kepresidenan RI Bahas Percepatan Penanganan Bencana. (Sumber foto: Muammar Khadafi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Penanganan dampak bencana yang melanda Kabupaten Sukabumi sejak 2024 mendapat perhatian pemerintah pusat. Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI turun langsung ke Sukabumi untuk melihat kondisi pascabencana sekaligus memetakan kebutuhan penanganannya.

Staf Ahli KSP RI, AA Ade Kadarisman, memimpin kunjungan tersebut ke Pendopo Sukabumi, Rabu (23/9/2026). Dalam agenda itu, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq turut mendampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menerima rombongan KSP.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut pertemuan Bupati Sukabumi H. Asep Japar dengan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman beberapa waktu sebelumnya.

Tak sekadar menerima paparan, tim KSP dijadwalkan turun langsung ke sejumlah lokasi untuk melihat kondisi faktual dampak bencana, terutama yang berkaitan dengan sektor pendidikan dan kesehatan.

“Kami hadir untuk melihat dan mencermati secara komprehensif kondisi pascabencana di Kabupaten Sukabumi, terutama yang menjadi perhatian pemerintah pusat,” ujar AA Ade Kadarisman.

Tim KSP akan berada di Kabupaten Sukabumi selama dua hari, 23–24 September 2026. Agenda diawali dengan mendengarkan paparan dari sejumlah kepala perangkat daerah sebelum dilanjutkan dengan peninjauan lapangan.

“Kita akan optimalkan selama di Sukabumi ini untuk mendengarkan paparan dan mengunjungi lokasinya,” katanya.

Bencana Sejak 2024, Infrastruktur Masih Butuh Penanganan

Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengungkapkan, rangkaian bencana sejak 2024 meninggalkan kerusakan infrastruktur yang tidak seluruhnya dapat ditangani pemerintah daerah.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan dukungan lintas pemerintahan, termasuk intervensi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sejak 2024 kita terus dilanda bencana. Sisa-sisa bencana itu belum bisa ditangani sepenuhnya. Perlu adanya campur tangan pusat dan provinsi agar penanganannya bisa optimal,” ungkap Ade Suryaman.

Ia berharap kunjungan KSP RI tidak berhenti pada pemantauan, tetapi dapat membuka jalan bagi percepatan penanganan kebutuhan daerah pascabencana.

“Mudah-mudahan kehadiran KSP ini dapat mempercepat apa yang dibutuhkan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

Camat Cisolok: Sinergi Pusat Dan Daerah Di Butuhkan

Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq menilai kunjungan KSP RI menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi penanganan dampak bencana di daerah.

Menurut Okih, persoalan kebencanaan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, terutama ketika dampaknya menyentuh infrastruktur serta pelayanan dasar masyarakat.

“Kami berharap hasil kunjungan KSP RI dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan pascabencana, termasuk kebutuhan masyarakat di wilayah Kecamatan Cisolok,” ujar Okih.

Kunjungan selama dua hari tersebut diharapkan menghasilkan pemetaan kebutuhan yang lebih konkret sehingga penanganan pascabencana di Kabupaten Sukabumi dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Kantor Staf Presiden RI Turun Langsung Ke Cisolok, 116 Rumah Terdampak Pergeseran Tanah Jadi Sorotan

  KSP Turun ke Cisolok Sukabumi, Temuan Lapangan Jadi Bahan Koordinasi Pemerintah Pusat. (Sumber Foto: Muammar Khadafi). SMartnewsroom.com...

Smart NewsRoom

Informasi

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables