SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

PILIHAN EDITOR

LIHAT SEMUA →

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Sabtu, 24 Oktober 2026

Hadiri Apel PRB 2026, Camat Cisolok Dorong Penguatan Kesiapsiagaan Bencana

 

Bukan Sekadar Tanggap Darurat, Camat Cisolok Ikut Dorong Pengurangan Risiko Bencana. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, menghadiri apel Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026 yang diselenggarakan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi di Pondok Pesantren Assalam Putra, Kampung Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, mengajak seluruh relawan kebencanaan untuk berperan aktif memastikan masyarakat memperoleh edukasi yang memadai terkait mitigasi bencana, informasi peringatan dini, serta pendampingan dalam mengenali dan mengurangi risiko bencana di lingkungan masing-masing.

Andreas menegaskan, penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan komunitas, organisasi kemanusiaan, dan para relawan.

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penanganan bencana. Namun, kami menyadari pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan keterlibatan semua unsur, termasuk komunitas dan para relawan,” ujarnya.

Ia menilai Kabupaten Sukabumi memiliki banyak komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kebencanaan dengan semangat pengabdian yang tinggi. Potensi tersebut, kata dia, perlu disatukan melalui koordinasi dan kerja sama yang berkelanjutan.

“Kita banyak komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan, namun saya berharap tidak berjalan sendiri-sendiri. Mari kita bergabung, berkoordinasi, dan membangun kolaborasi melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Menurut Andreas, FPRB Kabupaten Sukabumi memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana.

Ia juga mengingatkan para relawan agar terus meningkatkan kapasitas, memahami prosedur keselamatan, serta mampu bekerja sama secara tepat dalam situasi darurat.

“Jadilah relawan yang terus belajar dan meningkatkan kapasitas, memahami prosedur keselamatan, serta mampu bekerja sama dalam situasi yang penuh tantangan. Dalam penanggulangan bencana, kesiapan dan kemampuan bertindak secara tepat dapat membantu menyelamatkan banyak jiwa,” ungkapnya.

Ketua FPRB Kabupaten Sukabumi, H. Encep Hadiana, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran FPRB dalam memberikan kontribusi dan solusi bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Ia menegaskan, FPRB akan terus membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Mohon dukungan semua pihak agar kami terus berbuat kebaikan kepada masyarakat. Terima kasih kepada para relawan yang hadir di tengah kita,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, memandang bahwa koordinasi dan kolaborasi antarpihak perlu terus diperkuat agar upaya mitigasi bencana dapat berjalan secara terarah. Kesiapsiagaan juga perlu dibangun mulai dari tingkat kecamatan, desa, hingga lingkungan masyarakat.

“Upaya tersebut dinilai penting untuk mendorong masyarakat lebih memahami potensi ancaman di sekitarnya, mengetahui langkah yang harus dilakukan saat keadaan darurat, serta mengikuti informasi resmi mengenai peringatan dini bencana,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Pohon Trembesi 6 Meter Mendadak Tumbang! Respons Cepat Damkar Sukabumi Berhasil Dievakuasi 20 Menit

 

Detik-Detik Pohon Trembesi Tumbang di Palabuhanratu, Jalan Siliwangi Sempat Tertutup. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Pohon trembesi setinggi sekitar enam meter tumbang secara mendadak di Jalan Siliwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (23/10/2026) malam. Pohon tersebut menutup akses jalan utama ketika kawasan itu masih ramai dilalui pengendara.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun, tumbangnya pohon sempat menghambat akses lalu lintas dan mengejutkan warga yang berada di sekitar lokasi.

Tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Petugas dari Pos Damkar Palabuhanratu tiba di lokasi sekitar empat menit setelah laporan diterima.

Salah seorang warga Kampung Jamban, Selvi (24), mengatakan peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba ketika dirinya hendak membeli makanan setelah pulang kerja.

Ia mengaku terkejut karena pohon tumbang tepat di hadapannya, sementara banyak warga dan pengendara masih melintas di kawasan tersebut.

“Enggak ada angin, tiba-tiba aja. Alhamdulillah enggak ada korban, padahal saat itu ramai banget, banyak yang lewat,” ungkap Selvi.

Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan DPKP Kabupaten Sukabumi, Tatang Sutarman atau yang akrab di sapa Tangsoet, menjelaskan bahwa pohon tersebut diduga tumbang karena kondisi perakaran yang sudah rapuh dan membusuk akibat faktor usia.

Menurutnya, laporan kejadian diterima pusat komando DPKP pada pukul 19.56 WIB. Petugas kemudian langsung diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 20.00 WIB untuk melakukan penanganan.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan pohon tumbang yang menutupi akses jalan umum,” kata Tatang.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan gergaji mesin (chaisaw). Petugas memotong batang dan dahan pohon menjadi beberapa bagian agar material yang menutupi badan jalan dapat segera disingkirkan.

Berkat penanganan cepat petugas, proses evakuasi dan pembersihan selesai sekitar pukul 20.20 WIB. Jalan yang sebelumnya tertutup pohon tumbang pun kembali dapat dilalui masyarakat.

“Alhamdulillah, proses penanganan selesai sekitar pukul 20.20 WIB dan tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.

“Sangat di sayangkan lebih banyak warga yang menonton dan memvideo dan memostingkan di medsos, kurangnya kesadaran warga untuk membantu menanggulangi membersihkan, mengalihkan pohon tumbang tersebut ke pinggir jalan, Seolah-olah pohon tumbang ini tanggung jawab Damkar padahal harus kita tanggulangi bersama,” tambahnya.

Kejadian ini menjadi perhatian terhadap kondisi pohon peneduh di sepanjang jalan raya, terutama yang sudah berusia tua atau berpotensi mengalami kerusakan pada bagian batang dan akar. Pemeriksaan secara berkala diperlukan guna mengurangi risiko pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Kamis, 22 Oktober 2026

Respons Cepat Damkar Ciemas! Pria 53 Tahun yang Terjatuh ke Sumur Berhasil Diselamatkan

 

Terjebak di Dasar Sumur Berlumpur, Pria di Ciemas Sukabumi Dievakuasi 6 Petugas Damkar Ciemas. (Sumber Foto: Damkar Ciemas).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Nasib nahas dialami Hadad (53), seorang pria di Kampung Tamanjaya, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia terjatuh kembali ke dasar sumur saat hendak naik setelah menguras endapan lumpur, Kamis (22/10/2026).

Beruntung, insiden tersebut tidak berujung fatal. Enam personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciemas diterjunkan untuk melakukan penyelamatan hingga korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Danpos XII Posko Ciemas, Rusman Nuryadin, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika Hadad sedang membersihkan sumur. Saat berusaha naik ke permukaan, korban kehilangan pijakan akibat kondisi sumur yang licin karena dipenuhi lumpur.

"Saat sedang menguras sumur mau naik ke atas, terpeleset karena banyak lumpur," ungkap Rusman, Kamis (22/10/2026).

Mendapati kejadian tersebut, seorang warga bernama Muksin segera melaporkannya ke pos Damkar setempat pada pukul 09.51 WIB. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan enam personel penyelamat.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 10.03 WIB dan segera melakukan proses evakuasi. Kondisi sumur yang berada di sudut ruangan rumah dengan ruang gerak terbatas membuat proses penyelamatan harus dilakukan secara hati-hati.

Dengan bantuan peralatan evakuasi dan tali penyelamatan, petugas berupaya mengangkat korban secara perlahan dari dasar sumur. Genangan air dan lumpur pekat di dalam sumur menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyelamatan tersebut.

Setelah sekitar 30 menit melakukan upaya evakuasi, petugas akhirnya berhasil mengangkat Hadad ke permukaan pada pukul 10.35 WIB.

"Alhamdulillah korban berhasil diselamatkan dan seluruh petugas dalam kondisi aman," ujar Danpos XII Posko Ciemas, Rusman Nuryadin.

Damkar Ingatkan Bahaya Menguras Sumur

Menyikapi kejadian tersebut, Danpos XII Posko Ciemas, Rusman Nuryadin menghimbau masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan saat melakukan pekerjaan yang berisiko, terutama ketika membersihkan atau menguras sumur.

Kondisi pijakan yang licin akibat endapan lumpur dapat menyebabkan seseorang terpeleset dan terjatuh. Karena itu, masyarakat diminta memastikan keamanan area kerja serta menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai.

Peristiwa di Ciemas ini menjadi pengingat bahwa aktivitas sehari-hari, termasuk menguras sumur, tetap memiliki risiko kecelakaan apabila dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan.

Keberhasilan evakuasi Hadad menjadi bukti pentingnya respons cepat petugas penyelamat ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Hadiri Apel PRB 2026, Camat Cisolok Dorong Penguatan Kesiapsiagaan Bencana

  Bukan Sekadar Tanggap Darurat, Camat Cisolok Ikut Dorong Pengurangan Risiko Bencana. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi). SMartnewsroom....

Smart NewsRoom

Informasi

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables