SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

PILIHAN EDITOR

LIHAT SEMUA →

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Kamis, 08 Oktober 2026

Bikin Geger! Buaya 3 Meter Terjerat Jaring Warga Hingga Di Evakuasi Tim Rescue Damkarmat Palabuhanratu

 

Diduga Tak Sendirian! Buaya 3 Meter Terjerat Jaring Warga di Palabuhanratu. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, PALABUHANRATU - Seekor buaya berukuran sekitar 3 meter dengan berat diperkirakan mencapai 70 kilogram berhasil dievakuasi tim penyelamat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi, Pos Palabuhanratu di Kp. Cibubuway Rt 01/01 Desa Cibuntu, Kec. Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu (07/10/2026).

Buaya tersebut ditemukan dalam kondisi terjerat jaring yang digunakan warga untuk menangkap ikan. Setelah menerima laporan, tim penyelamat Damkarmat Pos Palabuhanratu langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kasi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan DPKP Kabupaten Sukabumi, Tatang Sutarman, S.Kep., yang akrab disapa Kang Tangsoet, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait keberadaan buaya yang terjerat jaring.

“Setelah mendapat laporan adanya seekor buaya yang terjerat jaring tangkapan warga, tim langsung bergerak ke lokasi. Alhamdulillah, bersama tim kami berhasil mengevakuasi buaya tersebut,” ujar Kang Tangsoet.

Menurut Kang Tangsoet, buaya yang berhasil dievakuasi memiliki panjang kurang lebih 3 meter dengan perkiraan berat sekitar 70 kilogram.

Namun, keberadaan buaya tersebut diduga tidak hanya satu ekor. Berdasarkan informasi yang diterima petugas dari warga, sebelumnya terdapat dua ekor buaya yang terlihat di kawasan tersebut.

“Informasi dari warga, buaya tersebut tidak satu. Tadi informasinya ada dua ekor. Namun, yang terjerat jaring dan berhasil ditangkap baru satu ekor,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang biasa beraktivitas di sekitar sungai dan muara diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kang Tangsoet mengimbau warga sekitar maupun masyarakat dari luar daerah yang biasa memancing agar mengurangi aktivitas di sekitar sungai dan muara, terutama di lokasi yang diduga menjadi habitat buaya.

“Kami mengimbau warga sekitar maupun warga luar yang memang suka memancing di sekitar wilayah sungai tersebut untuk berhati-hati dan mengurangi aktivitas memancing atau aktivitas lainnya di sekitar muara maupun sungai. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Tatang.

Masyarakat juga diimbau tidak mencoba menangkap atau mendekati buaya apabila kembali ditemukan. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas agar proses penanganan dan evakuasi dapat dilakukan dengan aman.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah 


Rabu, 07 Oktober 2026

Camat Cisolok Dukung Pesantren Mobile, Puluhan Sekolah Bakal Jadi Sasaran Pendidikan Agama

 

Camat Cisolok Sambut Pesantren Nusantara, Pendidikan Agama Bakal “Keliling” Ke Sekolah. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Upaya memperluas akses pendidikan keagamaan bagi pelajar mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Cisolok.

Hal itu disampaikan Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Nusantara di kawasan SMK Bhayangkara, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (7/10/2026).

Okih menyambut positif gagasan pembangunan pesantren yang diinisiasi anggota Polres Sukabumi, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq mengatakan program tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperluas akses pendidikan keagamaan bagi anak-anak di wilayah Cisolok.

“Terlebih, konsep yang ditawarkan tidak hanya mengandalkan pembelajaran di lingkungan pesantren. Pondok Pesantren Nusantara menyiapkan program Pesantren Mobile, yakni pembelajaran keagamaan yang langsung menyasar sekolah-sekolah,” ujar Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq.

Okih menilai kolaborasi antara pesantren, sekolah dan pemerintah diharapkan dapat membuat program tersebut berjalan secara terarah serta memberikan manfaat bagi para pelajar.

Sementara itu, Brigadir Akka Mahpudin Mengatakan melalui program tersebut, tim pesantren akan mendatangi sekolah binaan untuk memberikan materi keagamaan kepada siswa. Dengan pola ini, pelajar tidak harus tinggal di pesantren untuk mendapatkan tambahan pendidikan agama.

“Tidak semua orang tua memiliki kesempatan menyekolahkan atau mendidik anaknya di pondok pesantren. Dari persoalan itu muncul gagasan Pesantren Mobile,” ujar Brigadir Akka Mahpudin.

Brigadir Akka Mahpudin menyebut Program tersebut juga akan diperkuat dengan pembelajaran berbasis digital. Para santri nantinya dapat mengakses materi keagamaan melalui website yang disediakan oleh Pondok Pesantren Nusantara.

Di Kecamatan Cisolok, cakupan program ini direncanakan cukup luas. Lebih dari 40 sekolah dasar, sekitar 20 SMP, dan tujuh SMA/SMK menjadi sasaran kerja sama pembinaan.

Dalam pelaksanaannya, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di setiap sekolah akan dilibatkan sebagai koordinator. Sementara tim Pondok Pesantren Nusantara akan memberikan materi tambahan melalui pembelajaran tatap muka maupun daring.

Di sisi lain, Brigadir Akka Mahpudin menyebut legalitas Pondok Pesantren Nusantara saat ini masih dalam proses. Izin Majelis Taklim telah diperoleh, sedangkan izin operasional pondok pesantren masih diajukan.

“Ke depan, para santri yang mengikuti program ini akan mendapatkan legalitas sebagai bagian dari Pondok Pesantren Nusantara,” ujarnya.

Polisi dan Masyarakat Bersinergi

Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi mengatakan, pembangunan Pondok Pesantren Nusantara menjadi salah satu bentuk nyata semangat Polri untuk hadir dan bekerja bersama masyarakat.

“Yang jelas ini adalah salah satu bukti nyata dengan kepemimpinan Pak Kapolri, polisi bersama masyarakat. Hari ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh anggota kami, Pak Akka, di mana yang bersangkutan sudah melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat dan mendedikasikan pelaksanaan tugas itu bersama masyarakat,” kata Benny.

Ia menegaskan, pengabdian anggota kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial dan pendidikan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Niatan yang baik diawali dengan pembangunan sekolah gratis untuk masyarakat, dan tidak berhenti di situ juga, pasca meningkatkan kebersamaan masyarakat salah satunya dengan memberikan fasilitas pesantren. Kami berusaha untuk tetap selalu hadir bersama masyarakat,” pungkasnya.

Kehadiran Pondok Pesantren Nusantara di Cisolok diharapkan menjadi ruang baru bagi pelajar untuk memperoleh pendidikan keagamaan, sekaligus membuka akses pembelajaran agama yang lebih fleksibel melalui konsep Pesantren Mobile.

Reporter: Muhammad Fikri

Editor: Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Polres Sukabumi Bangun Pesantren di Cisolok, Ada Program Unik: Guru Ngaji Datang ke Sekolah!

 

Brigadir Akka Gagas Pesantren Mobile di Cisolok, Puluhan Sekolah Jadi Sasaran Pembinaan. (Sumber Foto: Muammar Khadafi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Upaya memperluas akses pendidikan keagamaan bagi pelajar mulai diwujudkan di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Polres Sukabumi secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Nusantara di kawasan SMK Bhayangkara, Kecamatan Cisolok, Rabu (7/10/2026).

Pondok pesantren tersebut digagas oleh anggota Polres Sukabumi, Briptu Akka Mahpudin, dengan membawa konsep berbeda. Pendidikan keagamaan tidak hanya akan berlangsung di lingkungan pesantren, tetapi juga dapat hadir langsung ke sekolah-sekolah melalui program Pesantren Mobile.

Gagasan tersebut lahir dari kondisi masih adanya anak-anak yang belum memiliki kesempatan untuk mengikuti pendidikan di pondok pesantren.

“Tidak semua orang tua memiliki kesempatan menyekolahkan atau mendidik anaknya di pondok pesantren. Dari persoalan itu muncul gagasan Pesantren Mobile,” ujar Brigadir Akka.

Melalui program ini, tim Pondok Pesantren Nusantara akan mendatangi sekolah-sekolah binaan untuk memberikan pembelajaran dan materi tambahan keagamaan. Dengan demikian, siswa tetap dapat mengikuti pendidikan formal di sekolah tanpa harus tinggal di lingkungan pesantren.

Program tersebut juga akan didukung sistem pembelajaran berbasis daring. Para santri nantinya dapat mengakses berbagai materi keagamaan melalui website yang telah disiapkan.

Di Kecamatan Cisolok, jangkauan program ini cukup luas. Pondok Pesantren Nusantara menargetkan pembinaan terhadap lebih dari 40 sekolah dasar, sekitar 20 SMP, serta tujuh SMA/SMK.

Untuk memastikan program berjalan sejalan dengan kegiatan belajar mengajar, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di masing-masing sekolah akan dilibatkan sebagai koordinator.

Sementara itu, tim Pondok Pesantren Nusantara akan memberikan materi tambahan keagamaan secara langsung maupun melalui platform digital.

Brigadir Akka mengatakan, aspek legalitas juga tengah dipersiapkan. Saat ini, izin Majelis Taklim telah diperoleh, sementara izin operasional sebagai pondok pesantren masih dalam proses.

“Ke depan, para santri yang mengikuti program ini akan mendapatkan legalitas sebagai bagian dari Pondok Pesantren Nusantara,” ujarnya.

Polisi Hadir Lewat Pendidikan

Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi mengatakan pembangunan Pondok Pesantren Nusantara merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Menurutnya, pengabdian anggota kepolisian tidak hanya diwujudkan melalui tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Yang jelas ini adalah salah satu bukti nyata dengan kepemimpinan Pak Kapolri, polisi bersama masyarakat. Hari ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh anggota kami, Pak Akka, di mana yang bersangkutan sudah melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat dan mendedikasikan pelaksanaan tugas itu bersama masyarakat,” kata Benny.

Benny menilai, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa kepolisian dapat mengambil bagian dalam menjawab kebutuhan sosial masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

“Niatan yang baik diawali dengan pembangunan sekolah gratis untuk masyarakat, dan tidak berhenti di situ juga, pasca meningkatkan kebersamaan masyarakat salah satunya dengan memberikan fasilitas pesantren. Kami berusaha untuk tetap selalu hadir bersama masyarakat,” pungkasnya.

Pembangunan Pondok Pesantren Nusantara di Cisolok diharapkan menjadi ruang baru bagi pelajar untuk mendapatkan pendidikan keagamaan yang lebih mudah dijangkau, sekaligus memperkuat kolaborasi antara kepolisian, sekolah dan masyarakat.

Reporter: Anugrah

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Bikin Geger! Buaya 3 Meter Terjerat Jaring Warga Hingga Di Evakuasi Tim Rescue Damkarmat Palabuhanratu

  Diduga Tak Sendirian! Buaya 3 Meter Terjerat Jaring Warga di Palabuhanratu. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi). SMartnewsroom.com , PAL...

Smart NewsRoom

Informasi

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables