SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

PILIHAN EDITOR

LIHAT SEMUA →

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Jumat, 16 Oktober 2026

Bukan Sekadar Masak dan Distribusi! Camat Cisolok Ingatkan SPPG Soal Legalitas Bangunan

 

Demi Keamanan Penerima Manfaat, Camat Cisolok Tekankan Standar Dapur MBG. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian pemerintah setempat. Kali ini, sorotan tertuju pada kelengkapan legalitas bangunan dan pemenuhan standar kelayakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, menegaskan bahwa setiap pengelola dan mitra SPPG perlu memastikan fasilitas yang digunakan untuk mengolah makanan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), termasuk kesesuaian fungsi bangunan dengan aktivitas operasional dapur MBG.

Menurut Okih, kelengkapan legalitas tidak boleh dianggap sebagai formalitas belaka. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas pengolahan makanan memenuhi standar kelayakan dan mendukung keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

“PBG bukan sekadar kelengkapan administrasi. Legalitas dan kelayakan bangunan menjadi bagian penting untuk memastikan dapur SPPG dapat digunakan sesuai fungsi dan memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Okih, Sabtu (16/10/2026).

Ia menambahkan, pemenuhan persyaratan dapur SPPG harus mencakup berbagai aspek. Mulai dari kondisi bangunan, higiene dan sanitasi, keamanan pangan, hingga penerapan standar operasional dalam proses pengolahan makanan.

Okih meminta pengelola SPPG yang masih memiliki kekurangan agar segera melakukan pembenahan dan melengkapi dokumen yang dipersyaratkan. Langkah tersebut perlu disertai jadwal penyelesaian yang terukur agar proses pemenuhan persyaratan dapat dipantau secara berkala.

“Kami mendorong pengelola dan mitra SPPG segera menyelesaikan kewajibannya. Jangan sampai persoalan administrasi dan teknis dibiarkan karena program ini menyangkut makanan yang dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.

Pengawasan SPPG Bakal Melibatkan Lintas Sektor

Sebagai langkah penguatan pengawasan, Pemerintah Kecamatan Cisolok mendorong pendataan menyeluruh terhadap dapur SPPG yang beroperasi di wilayahnya.

Pendataan tersebut mencakup status legalitas bangunan, pemenuhan PBG, Sertifikat Laik Fungsi (SLF) apabila dipersyaratkan, kondisi fasilitas, standar higiene dan sanitasi, serta kelengkapan operasional.

Hasil pendataan diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah pembinaan dan pengawasan yang tepat. Pelaksanaannya juga perlu melibatkan pemerintah desa, Puskesmas, Forkopimcam, serta perangkat daerah terkait sesuai tugas dan kewenangannya.

Okih menegaskan, pendekatan pembinaan tetap menjadi prioritas agar pengelola dapat memperbaiki kekurangan yang ditemukan. Namun, kepatuhan terhadap ketentuan tetap harus menjadi perhatian serius.

“Prinsipnya kami mengedepankan pembinaan dan perbaikan. Namun, jika sudah diberikan kesempatan untuk memenuhi ketentuan tetapi tetap tidak dilaksanakan, tentu perlu ada tindak lanjut sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kualitas layanan. Sebab, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat, tetapi juga dari terpenuhinya standar keamanan dan kelayakan dalam setiap proses penyelenggaraannya.

Pemerintah Kecamatan Cisolok pun akan terus mendorong koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program MBG berjalan tertib dan sesuai regulasi.

“Kami ingin program MBG berjalan berkelanjutan, tetapi pelaksanaannya harus aman, layak, tertib, dan sesuai aturan. Kepentingan utama tetap keselamatan dan kesehatan penerima manfaat,” pungkas Okih.

Dengan pengawasan dan pembinaan yang berkelanjutan, pengelolaan dapur SPPG di Kecamatan Cisolok diharapkan semakin tertib, memenuhi standar yang dipersyaratkan, serta mampu mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara aman dan berkesinambungan.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Selasa, 13 Oktober 2026

TMMD Ke-130 Sasar Desa Mekarjaya Sukabumi, Infrastruktur dan Kesejahteraan Warga Jadi Prioritas

 

Kodim 0622/Kab. Sukabumi Gelar TMMD Ke-130 Di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi mengawali pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Selasa (13/10/2026). Program ini diarahkan untuk mempercepat pembangunan desa melalui perbaikan infrastruktur, kegiatan sosial, serta pemberdayaan masyarakat.

Pembukaan TMMD berlangsung di Lapangan Bola Cikiara Kebun melalui upacara yang dipimpin Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas. Pelaksanaan tahun ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”.

Dalam kesempatan tersebut, Andreas menyampaikan bahwa TMMD merupakan salah satu bentuk sinergi untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.

Ia menilai, keterlibatan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian, lembaga terkait, hingga masyarakat, menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat mendukung dan mengapresiasi program TMMD ini. Melalui program ini, kita membangun secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh unsur agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Andreas.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat memperkuat budaya gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf. Agung Ariwibowo, menjelaskan bahwa TMMD ke-130 dilaksanakan selama 30 hari, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas. Sasaran utamanya meliputi pengaspalan jalan sepanjang 2 kilometer dengan lebar 2,5 meter yang menghubungkan Kampung Cikole dan Kampung Bojonggadog.

Selain itu, program ini mencakup rehabilitasi satu unit posyandu dan satu jembatan, pembangunan lima titik sumur bor, tiga unit mandi, cuci, kakus (MCK), serta perbaikan lima rumah tidak layak huni (rutilahu).

Di bidang pemberdayaan masyarakat, TMMD juga menghadirkan program ketahanan pangan di lahan seluas satu hektare di Kampung Sukadamai. Kegiatan lainnya meliputi pemberian 100 paket makanan tambahan dan penyaluran 100 paket sembako.

Sementara untuk mendukung pelestarian lingkungan, dilakukan penanaman 500 polibag tanaman penghijauan di Gunung Hanjuang. Kegiatan kebersihan juga menyasar fasilitas umum dan Masjid Ar-Rahman.

Tak hanya pembangunan fisik, masyarakat juga akan mendapatkan penyuluhan di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, kesehatan, pertanian, peternakan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga wawasan kebangsaan.

Dengan beragam sasaran tersebut, TMMD ke-130 diharapkan dapat mendukung peningkatan akses infrastruktur, pemenuhan kebutuhan dasar, serta penguatan kapasitas masyarakat di Desa Mekarjaya dan sekitarnya.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Minggu, 11 Oktober 2026

Lutung Turun Gunung Saat Kebakaran Jayanti, Momen Langka Terekam Kamera

 

Kebakaran Gunung Jayanti Jadi Sorotan, Kemunculan Satwa Liar Curi Perhatian. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Kebakaran yang melanda kawasan perbukitan Gunung Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, masih dalam pemantauan petugas hingga Minggu (11/10/2026) pagi. Sejumlah titik api dan kepulan asap tebal masih terlihat di area perbukitan, meski kondisi di lokasi dilaporkan relatif aman.

Berdasarkan pantauan sekitar pukul 10.40 WIB, asap masih mengepul dari sejumlah titik di kawasan yang terbakar. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi pun tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali kobaran api.

Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan kondisi di lokasi masih terkendali. Namun, pemantauan terus dilakukan karena masih terdapat kepulan asap di area kebakaran.

“Kondisi aman, tetapi masih dalam pemantauan karena masih ada kepulan asap. Kami juga petugas masih memantau,” ujar Erwin kepada SMartnewsroom.com.

Ia menjelaskan, personel masih berada di tempat kejadian kebakaran (TKK) untuk memantau situasi sekaligus melakukan penanganan apabila diperlukan. Petugas dijadwalkan tetap bersiaga hingga sekitar pukul 12.00 WIB lebih.

“Untuk melaksanakan penanganan di Gunung Jayanti, kurang lebih sampai jam 12 lebih anggota standby di TKK,” katanya.

Erwin juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat cuaca panas dan angin bertiup kencang.

Ia mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran lahan.

Kawanan Lutung Turun Gunung Saat Kebakaran

Di tengah kebakaran yang melanda Gunung Jayanti, kemunculan satwa liar di sekitar kawasan bawah perbukitan turut menjadi perhatian. Kawanan lutung terlihat turun dari kawasan perbukitan pada Sabtu (10/10/2026) sore.

Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan sejumlah lutung berada di pepohonan tidak jauh dari permukiman warga. Kemunculan satwa itu diduga berkaitan dengan kebakaran yang terjadi sejak sekitar pukul 11.00 WIB.

Relawan Bantuan Relawan Pemadam Kebakaran (Balakar) Palabuhanratu, Muhammad Fikri Fauzi, mengatakan kawanan lutung tersebut terlihat sekitar pukul 16.54 WIB. Jumlahnya diperkirakan lebih dari enam ekor.

“Iya tadi sore sekitar pukul 16.54 WIB terlihat satwa lutung turun ke bawah Gunung Jayanti mungkin karena terbakar jadi turun, ada sekitar lebih dari 6 lutung,” kata Fikri kepada SMartnewsroom.com, Minggu (11/10/2026).

Selain lutung, Fikri menyebutkan ada empat ekor monyet yang juga terlihat turun dari kawasan perbukitan. Namun, satwa tersebut cukup sulit dikenali karena warna tubuhnya menyerupai daun kering.

Menurutnya, satwa-satwa itu terlihat di pepohonan yang tidak jauh dari kawasan BMKG Palabuhanratu, tepatnya di area yang dinilai aman dari kebakaran.

“Terlihat juga ada monyet ekor panjang juga turun ke arah bawah,” ujarnya.

Warga Diminta Waspada, Satwa Liar Jangan Diganggu

Kemunculan lutung dan monyet di kawasan bawah Gunung Jayanti menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama kebakaran masih dalam pemantauan. Pergerakan satwa tersebut diduga sebagai respons terhadap kondisi di habitatnya, meskipun penyebab pastinya belum dapat dipastikan.

Masyarakat di sekitar lokasi diimbau tetap waspada, tidak mendekati titik kebakaran, serta tidak mengejar atau mengganggu satwa liar yang terlihat turun ke pepohonan dekat permukiman.

Sementara itu, petugas DPKP Kabupaten Sukabumi masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi kebakaran tetap terkendali dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api di kawasan perbukitan Gunung Jayanti.

Reporter: Anugrah

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Bukan Sekadar Masak dan Distribusi! Camat Cisolok Ingatkan SPPG Soal Legalitas Bangunan

  Demi Keamanan Penerima Manfaat, Camat Cisolok Tekankan Standar Dapur MBG. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi). SMartnewsroom.com , SUKAB...

Smart NewsRoom

Informasi

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables