SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

PILIHAN EDITOR

LIHAT SEMUA →

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Senin, 07 September 2026

Cegah Gangguan Pernapasan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi Bagikan Ribuan Masker Gratis

 

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi Bagikan Ratusan Masker kepada Warga. (sumber foto: Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi membagikan ratusan masker secara gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Palabuhanratu, Senin (7/9/2026).

Aksi tersebut dipusatkan di depan Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi. Puluhan personel dikerahkan untuk membagikan masker kepada pengendara sepeda motor, pengemudi angkutan umum, hingga pejalan kaki yang melintas.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani, mengatakan pembagian masker merupakan langkah cepat untuk mengantisipasi potensi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat, khususnya sistem pernapasan.

"Hari ini kami membagikan ratusan masker secara gratis kepada pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Ini merupakan aksi siaga dan antisipasi terhadap dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sampai ke wilayah Palabuhanratu," ujar Anita.

Menurutnya, abu vulkanik yang terbawa angin berpotensi mengganggu kesehatan, terutama jika terhirup dalam jumlah tertentu. Selain gangguan pernapasan, paparan abu juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Anita mengimbau masyarakat, terutama pengendara roda dua, untuk menggunakan masker dan kaca helm sebagai perlindungan saat berkendara.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengendara roda dua, agar selalu menggunakan pelindung diri seperti masker dan kaca helm saat beraktivitas di luar ruangan. Jika tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya membatasi aktivitas di luar untuk menghindari paparan abu," katanya.

Sementara itu, Kasi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Tatang Sutarman, memastikan personel dan armada DPKP tetap disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau kondisi sebaran abu vulkanik di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya.

"Kami menyiagakan personel dan armada jika sewaktu-waktu diperlukan tindakan pembersihan sarana umum menggunakan semprotan air, guna meminimalkan debu abu vulkanik yang menebal di jalan raya," ungkap Tatang.

Pembagian masker tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan pengguna jalan. Meski arus lalu lintas di depan Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi sempat melambat selama kegiatan berlangsung, situasi tetap tertib dan aman berkat pengaturan petugas di lapangan.

Langkah cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus melindungi masyarakat dari potensi dampak abu vulkanik yang terbawa angin hingga ke wilayah Palabuhanratu.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Api Mengamuk Di Kasepuhan Sinar Resmi Sukabumi, Empat Rumah Warga Ikut Terdampak, Camat Cisolok Turun Langsung Padamkan Api

 

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq Turun Langsung Padamkan Api Kampung Adat Kasepuhan. (sumber foto: Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Kebakaran melanda kawasan permukiman Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, RT 02/RW 01, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (7/9/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.10 WIB. Kobaran api menghanguskan dua bangunan dan menyebabkan empat rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan ringan.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan salah satu bangunan yang terbakar merupakan rumah panggung milik Sekretaris Desa Sirnaresmi, Vilka Mandala alias Aa Filka, yang merupakan putra Ketua Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Abah Asep Nugraha.

Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, rumah tersebut dihuni satu keluarga dengan empat jiwa. Selain rumah, satu unit MCK juga turut ludes terbakar.

Sementara itu, empat rumah warga lainnya mengalami kerusakan ringan. Keempat rumah tersebut masing-masing dihuni Dandi Septian sebanyak tiga jiwa, Itom empat jiwa, Janim empat jiwa, dan Unen tiga jiwa.

Akibat kejadian tersebut, keluarga Vilka Mandala yang terdiri dari empat jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Budianto, mengatakan api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

"Lokasi sekarang sudah aman dan dingin. Pendinginan dilakukan oleh petugas Damkar dengan mengerahkan dua unit armada, dibantu satu kendaraan dari Kodim, serta dukungan dari Linmas dan pihak Muspika Kecamatan Cisolok," ujar Budianto.

Menurut Budianto, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik yang terjadi di rumah Sekretaris Desa Sirnaresmi. Api kemudian membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya.

"Informasi awal diduga dari listrik di rumah Pak Filka. Apinya sangat besar sehingga menjilat bangunan lain di dekatnya. Rumah Pak Dadi terbakar sebagian, lalu rumah Pak Itom di atas MCK, dan rumah Pak Dandi," katanya.

Beruntung, kobaran api tidak sampai meratakan deretan rumah adat lainnya. Warga setempat bergerak cepat melakukan pemadaman secara mandiri dengan memanfaatkan sumber mata air yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Selain itu, material atap sejumlah bangunan di sekitar lokasi yang telah menggunakan asbes turut membantu mencegah api semakin cepat merambat.

Saat ini kondisi di lokasi kebakaran telah kondusif. Petugas dan unsur terkait masih melakukan penanganan serta pendataan terhadap dampak kebakaran.

BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi keluarga terdampak, di antaranya bantuan kebutuhan dasar hidup, sandang, dan pangan.

Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Minggu, 06 September 2026

Karhutla Kembali Mengancam Cisolok, Tim Gabungan Bergerak Padamkan Api

 

Camat Cisolok Turun Langsung Pimpin Pemadaman Karhutla di Kampung Pasirandu. (sumber foto: Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, turun langsung memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kampung Pasirandu, wilayah perbatasan Desa Pasirbaru dan Desa Pasirbiru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu (6/9/2026).

Kebakaran tersebut membakar vegetasi kering di area lahan dan sempat menimbulkan kekhawatiran karena api berpotensi merambat ke permukiman warga maupun lahan pertanian di sekitar lokasi.

Mendapat laporan terkait kejadian tersebut, Okih langsung berkoordinasi dengan unsur Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Muspika Kecamatan Cisolok, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas, personel TNI-Polri, serta relawan dan masyarakat setempat.

Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi titik api agar tidak meluas.

"Begitu menerima laporan dari warga, kami bersama tim gabungan langsung bergerak ke lokasi di Kampung Pasirandu. Prioritas utama kami adalah memadamkan titik api serta melokalisir perambatannya agar tidak meluas ke wilayah permukiman di Desa Pasirbaru maupun Desa Pasirbiru," ujar Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (6/9/2026).

Menurut Okih, kondisi cuaca yang kering ditambah embusan angin cukup kencang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Kondisi tersebut membuat api berpotensi lebih cepat merambat melalui vegetasi kering.

Meski demikian, berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat bersama masyarakat, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Petugas kemudian melakukan proses pendinginan atau cooling down dengan menyiram kembali area yang telah terbakar guna memastikan tidak terdapat bara api yang masih tersisa.

"Kami melakukan penyiraman ekstra pada sisa-sisa vegetasi yang terbakar untuk memastikan tidak ada lagi bara api tersembunyi yang berpotensi menyala kembali," tambahnya.

Okih juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya selama kondisi cuaca kering.

Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok sembarangan di area semak kering, maupun membakar sampah tanpa pengawasan.

"Kami mengimbau warga agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area semak kering, dan tidak membuat pembakaran sampah tanpa pengawasan. Jika melihat potensi atau titik api sekecil apa pun, mohon segera laporkan kepada pihak aparat desa atau kecamatan," tegas Okih.

Danpos 1 Palabuhanratu, Amirudin Haq, mengatakan perubahan kondisi angin menjadi salah satu faktor yang membuat kobaran api kembali membesar.

“Petugas langsung melakukan upaya pemadaman sekaligus pendinginan pada titik-titik yang masih berpotensi memunculkan bara api. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman,” ujar

Amirudin Haq juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dengan tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area terbuka, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan yang dipenuhi rumput maupun alang-alang kering.

"Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas pemadam kebakaran apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Dengan laporan yang cepat, penanganan dapat dilakukan lebih dini sehingga risiko meluasnya api dan kerugian yang ditimbulkan dapat ditekan semaksimal mungkin," pungkasnya.

Hingga penanganan selesai, petugas gabungan terus melakukan pemantauan dan pendinginan di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Cegah Gangguan Pernapasan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi Bagikan Ribuan Masker Gratis

  Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi Bagikan Ratusan Masker kepada Warga. (sumber foto: Fikri Fauzi). SMartnewsro...

Smart NewsRoom

Informasi

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables